Home » , , » Waralaba Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk

Waralaba Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk

Makanan dengan olahan ayam memang tidak ada habisnya, banyak fariasi olahan yang di dapat kita jumpai. Salah satu penyedia olahan ayam yang terkenal adalah Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk. Melihat peluang yang bagus dibisnis makanan, pada tahun 2000 tepatnya tanggal 24 Juni dibuka Restoran Ayam Tulang Lunak "Hayam Wuruk" di Jl. Hayam Wuruk no.88 Denpasar.


Produk yang diandalkan adalah Ayam Presto, yaitu ayam yang di Presto hingga tulangnya lunak dan dapat dimakan, ditambah menu Bebek dan Bandeng Presto. Citarasa khas yang banyak digemari oleh pelanggan menjadi daya tarik yang kuat selain strategi diferensiasi produk yang membedakannya dari ayam goreng biasa pada umumnya yang tulangnya keras dan tidak bisa dimakan.

Saat ini outlet-outlet Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk sudah tersebar di Bali, Surabaya, Yogyakarta, jakarta, Pekanbaru dan Padang dengan total 21 Outlet. Membuktikan bahwa kehadiran Restoran Ayam Tulang Lunak "Hayam Wuruk" mendapat sambutan baik dari masyarakat yang mendambakan makanan lezat, sehat dan terjangkau serta didukung dengan suasana yang nyaman hanya di restoran Ayam Tulang Lunak "Hayam Wuruk".

Banayak menu makanan yang di tawarkan antar lain ayam presto goreng crispy, ayam presto cabe merah, ayam goreng telur asin, bandeng presto dalam sarang, bebek presto bakar, bebek goreng crispy, gurame bakar, gurame goreng terbang, nasi uduk, orak arik jagung, plecing kangkung, sambal goreng teri pete, sambal mangga, sayur asam, tahu penyet, tempe penyet, tempe penyet, cah kangkung polos dan aneka minuman.

Menurut Evi Diah Puspitawati Kepala Departemen Waralaba Panen Raya, mengguritanya jaringan resto ini lantaran besarnya minat calon terwaralaba. Permohonan menjadi terwaralaba bukan hanya dari Jawa, tapi juga dari berbagai kota besar di Indonesia.

Pun demikian, menurut Evi, untuk menjadi pemegang waralaba, calon terwaralaba harus melalui prosedur terlebih dulu. Intinya, mereka harus lulus seleksi. Di antaranya, menjalankan komitmen sesuai perjanjian, membayar royalty fee 5% dari total omzet per hari, dan mempunyai lokasi resto yang strategis agar bisa menjaring banyak pelanggan.

Setelah menempuh sejumlah persyaratan, terwaralaba juga harus menyediakan biaya investasi sekitar Rp 1,3 miliar untuk masa kontrak selama lima tahun. Kendati harus merogoh kocek cukup dalam, Evi menjamin, tingkat pengembalian modal yang bisa dipetik terwaralaba hanya memakan waktu sekitar setahun hingga dua tahun.

Untuk itu, Evi memberikan sejumlah dalih. Di antaranya, harga jual kudapan di restonya cukup terjangkau oleh kalangan konsumen. "Harga menu rata-rata Rp 15.000-Rp 20.000 per porsi. Kami menyediakan sekitar 20-30 jenis menu," ucap Evi.

Sudah begitu, pelanggan resto Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk juga berasal dari beragam profesi dan kelas ekonomi berbeda-beda. Dengan alasan itulah, Evi mengklaim, pembeli di seluruh gerai restonya bisa mencapai 100 hingga 250 orang per hari. Evi pun tampak optimistis, bisnis perusahaannya akan terus berkembang.

Untuk info lebih lanjut silakan hubungi langsung pihak franchisor di :
Brand Ayam Goreng Tulang Lunak Hayam Wuruk
Alamat Jl. Panjang (Arteri kedoya) No.9A, 11520
Pengelola PT Panen Raya Bersama
Contact 021-58303997
Email atlhw.scw@gmail.com

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar